Tuesday, March 5, 2013

Dewasa Karbitan


Dewasa Karbitan
Apa sih dewasa karbitan itu ?
Orang yang berprofesi sebagai tukang las kah? Atau orang yang menjual buah-buahan yang matang dengan menggunakan karbit kah? Gak dong, kalau di artikan dewasa karbitan adalah dewasa yang memaksakan diri atau dewasa asal jadi. Heheheh, , , ,:D

Dewasa karbitan sungguh sangat di sayangkan, terkadang saya sangat prihatin melihat anak-anak zaman sekarang yang memaksakan diri menjadi seperti orang dewasa atau meniru gaya hidup orang dewasa. Seperti ada yang hilang dalam dunia anak-anak. Perkembangan mereka sepertinya terlalu dipaksakan -dalam bahasa lainnya "Menjadi Korban Media". Ya, kebanyakan gaya - gaya atau tren ini mereka dapat dari pengaruh media dan teknologi yang tidak terawasi penggunaannya oleh orangtua. Pengaruh media dan teknologi tak selamanya buruk bagi anak-anak, jika penggunaan semua itu mendapat pengawasan dari orangtua.

Masih ingatkah kita dengan lagu anak anak tahun 90'an, seperti "Si Kancil Anak Nakal" atau "Nyamuk Nakal". Mungkin waktu itu banyak anak-anak yang menyanyikan lagu ini. Tapi seiring dengan perkembangan jaman, lagu itu terasa asing di telinga anak jaman sekarang. Bagaimana tidak, lihat saja zaman sekarang entah di keluarga, lingkungan dan media (terutama pertelevisian) semuanya menyajikan lagu dewasa yang belum saatnya didengarkan oleh anak-anak. Lihat saja di televisi, banyak acara yang mengatas namakan acara untuk anak-anak tapi isinya tidaklah sesuai. Hampir tidak ada (jarang) artis cilik atau penyanyi cilik yang membawakan lagu anak-anak. Sungguh sangat ironis sekali, tempat mereka tumbuh dan berkembang kini telah dibumbui dengan hal-hal yang belum sepantasnya mereka dapatkan.

Lihat saja anak-anak yang seharusnya bermain permainan anak-anak dengan teman-temannya, kini seiring dengan berkembangnya zaman hal itu sudah sangat jarang. Sering terlihat seorang anak sekolah dasar (SD) sekarang memegang HP dan menulis SMS cinta,,, Hehehe. Ada yang asik menonton sinetron percintaan di televisi, yang berisi adegan yang tak seharusnya mereka lihat. Ada juga yang bermain "game" entah itu di konsol atau PC, yang berisi hal yang tak sepantasnya (terutama kekerasan). Dan yang lebih parahnya, anak-anak yang mengakses internet untuk mengunjungi situs yang tak pantas (situs dewasa).

Hal - hal seperti ini dapat menyebabkan perkembangan  anak yang tidak pada waktunya. Sehingga munculah hal-hal yang tak sepantasnya terjadi pada anak-anak, seperti anak-anak yang melakukan kekerasan pada temannya, melakukan tindak asusila, dan yang lebih lucunya mereka sudah bermain cinta (pacaran),,,hehehe...:D

Sangat kontras sekali dengan kehidupan masa kanak-kanak yang dulu, menghabiskan waktu untuk bermain dengan teman-teman, seperti bermain petak umpet, bermain kelereng, atau bermain tembak-tembakan dengan bambu kecil yang di isi biji-bijian semacam cimplukan, “cetaarrr. . . .kena deh!” Heheheh. . .:D, dan permainan lainnya. Sungguh sangat menyenangkan masa-masa saat itu, kerena kehidupan anak-anak masih dipenuhi dengan warna-warni. Tidak seperti sekarang kehidupan mereka lebih monotone, menjadi korban media, teknologi dan lengahnya pengawasan orang tua.

Kini masa kanak-kanak yang seharusnya bermain bebas dengan teman-temannya telah direnggut oleh perkembangan media dan teknologi yang seharusnya belum diketahui oleh anak seumuran mereka. Mungkin membanggakan melihat anak yang bisa mengikuti perkembangan media dan teknologi, tapi mereka ada batasnya. Apakah anda tidak perihatin dengan keadaan seperti ini? Bukankah lebih baik anak-anak berkembang dan mengalami proses pendewasaan secara alami, tidak menjadi "Dewasa Karbitan"?

Sulit untuk menemukan jawabnya, karena kita berada di zaman yang dipenuhi oleh perkembangan media dan teknologi. Dan juga perkembangan media dan teknologi tidak selamanya berpengaruh buruk bagi anak-anak. Mungkin yang bisa dilakukan adalah memberikan pengawasan pada tempat tumbuh dan berkembangnya mereka. Agar mereka bisa berkembang dan mengalami proses pendewasaan sesuai waktunya, tidak tumbuh dan berkembang menjadi "Dewasa Karbitan". Sekian pembahasan saya, semoga bisa bermanfaat dan mohon masukannya.
readmore »»