Thursday, January 31, 2013

To Be Playboy


Ketika bunga flamboyan berbunga terasa sangat sejuk bila berada di bawahnya, masih terlintas indah bayangmu ketika kamu memelukku di bawah pohon itu dan berbisik indah "Sungguh aku sayang kamu, mungkin kamu bukan yang pertama, tapi aku barjanji kamu adalah yang terakhir buatku". Tapi sungguh sayang semua t'lah berubah ketika hadirnya orang ke-tiga.ketika kau berbagi rasa dengan dia. Sungguh terasa berat ku terima kenyataan ini!

Semua rasa getir, marah, cemburu, benci, dan rasa takut kehilanganmu teraduk menjadi satu. ingin rasanya aku bisikan janji yang pernah kau ucap agar kau tahu dan sadar akan janjimu dahulu. tapi semua rasanya mustahil tuk ku katakan disaat aku berada di puncak kebingunganku dan ke-tidakberdayaanku menahan semua rasa ini, rasa diantara takut kehilangan dan pedih yang mendalam.

Aku dihadapkan pada dua pilihan, berhenti mencinta atau tetap mencinta dengan memendam rasa perih yang membelunggu. dan akupun memilih tetap mencinta dengan memendam rasa perih yang membelenggu karena aku tak terbiasa tanpamu, walaupun aku tahu bahwa semua tak akan seindah dulu, tapi itulah jalan yang terpaksa ku pilih saat ini. lambat laun akupun merasa jenuh dengan semua ini, dengan kepura-puraanku, aku yang terlihat tegar di hadapanmu dan tertawa dengan kekonyolanku hanya untuk menutupi betapa tidakberdaya dan rapuhnya aku.

Aku tersenyum getir ketika mendengar ucapanmu "kita cukup sampai disini, semuanya t'lah berakhir". seketika lidahku terasa kaku, lutut terasa lemas mendengar ucapanmu itu. sejenak aku terdiam dan berpikir "lelah sudah aku setia! Tidakk!! ini belum berakhir, it just to begin to be a PLAYBOY! 

readmore »»  

Wednesday, January 16, 2013

Senyum Persahabatan

Aku tak percaya apa yang aku lihat di tempat ini, kehidupan yang penuh dengan sandiwara. Hidup saling bersaing dan menjatuhkan, Menghujat dan Mencacimaki adalah hal yang di bangga'kan dan menjadi hal yang tak asing lagi. Merasa diri sebagai yang terhebat dan selalu benar. Tidak kah kalian mengerti, begitu indahnya persahabatan dalam perbedaan yang telah kalian hancurkan. 

Mungkin aku manusia yang lemah, yang merasa sakit melihat semua ini. Melihat hal yang tak wajar menjadi tuan, hal yang wajar dicacimaki. Mendengar suara jeritan dari mereka yang terasingkan. Melihat tangis dari mereka yang terhianati. 

Aku berharap suatu hari nanti kita bisa bersatu untuk menyalakan api kebebasan dalam dunia persahabatan. Tiada lagi Jeritan dan Tangis air mata, dari mereka yang terhianati dan terasingkan, yang ada hanyalah senyum dan tawa persahabatan.
readmore »»